Sendangarum – Jumat (29 Mei 2026) – Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dimulai dari program besar. Terkadang, perubahan lahir dari kesediaan untuk hadir, mendengar, dan tumbuh bersama masyarakat. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi di Dusun Kebitan, Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman selama Februari hingga Mei 2026.

Mengusung tema “Aksi Cakra: Mewujudkan Kepedulian Melalui Aksi Nyata dan Pemberdayaan”, mahasiswa tidak hanya datang sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra belajar masyarakat. Sebelum menyusun kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan observasi dan berdialog dengan perangkat dusun serta warga untuk memahami kondisi dan kebutuhan yang ada. Dari proses tersebut, lahirlah berbagai program yang menyentuh aspek lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pelestarian budaya lokal.

Persoalan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama. Melalui sosialisasi pemilahan sampah, edukasi biopori, budidaya maggot Black Soldier Fly, hingga pelatihan pembuatan eco enzyme, masyarakat diajak melihat bahwa limbah rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai masalah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.

Perhatian terhadap generasi muda diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif. Anak-anak mendapatkan ruang belajar yang menyenangkan melalui pendampingan TPA, edukasi menabung, pelatihan unggah-ungguh, hingga kegiatan kreatif seperti ecoprint. Sementara itu, masyarakat umum juga memperoleh kesempatan memperluas wawasan melalui seminar pranatacara dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan edukasi, mahasiswa turut berkontribusi dalam penataan lingkungan melalui pembuatan plang tokoh masyarakat, rekondisi gapura, serta pemasangan papan selamat datang sebagai identitas dusun. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan bersama warga, menciptakan ruang kolaborasi yang memperkuat semangat gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kebitan.

Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, PLK UNY Mengabdi menjadi ruang perjumpaan antara mahasiswa dan masyarakat. Selama kurang lebih tiga bulan, mahasiswa belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung, sementara warga memperoleh pendampingan dan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Hubungan yang terjalin tidak hanya menghasilkan berbagai capaian program, tetapi juga meninggalkan pengalaman, pembelajaran, dan kenangan yang bermakna bagi kedua belah pihak.

Melalui kebersamaan tersebut, PLK UNY Mengabdi menunjukkan bahwa pengabdian bukan semata tentang apa yang diberikan kepada masyarakat, melainkan bagaimana mahasiswa dan masyarakat dapat tumbuh, belajar, dan bergerak bersama menuju perubahan yang lebih baik.