Sendangarum – Senin (30 Mei 2022) Bertempat di Balai  Kalurahan Sendangarum Minggir dilaksanakan Rembug stunting yang  berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat  dengan pemerintah kalurahan dan BPKal untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di kalurahan khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada.

Rapat  dihadiri oleh Panewu Minggir (Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si), Pl KB (Dra Siti Kodaryati), Lurah Sendangarum, Pendamping desa, Kepala Puskesmas Minggir, Bidan Desa, BPKal, Carik, Kamituwa, Pangripta, Tata Laksana,TK dan PAUD, Kader Posyandu 9 Padukuhan, PKK, Karang Taruna dan Kader KPM.

Lurah Sendangarum (Ibu Wiwik Retno Yulianti, S.Ag) mengucapkan terima kasih peserta yang hadir  dalam rembug stunting hari ini. “Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah kalurahan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) kalurahan tahun berikutnya, dan juga menjadi amanat Pemerintah  terhadap Pemerintah kalurahan  agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan stunting” penjelasannya. Hasilnya  untuk menyepakati prioritas-prioritas kegiatan yang berkaitan dengan penurunan stunting di tahun 2023. Harapannya Sendangarum jangan menyumbang stunting.

Penyampaian Panewu Minggir (Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si) berterima kasih rapat hari ini banyak diikuti oleh ibu kader KPM (Kader Pembangunan Manusia) dan para Kader Posyandu yang langsung terjun di lapangan dalam rangka penanggulangan stunting . Target pemerintah tahun 2024 angka populasi stunting adalah 14%. Sedangkan capaian populasi stunting 2021 sebesar 15%. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh badan (kerdil) dikarenakan kurang asupan gizi seimbang, yang akan berpengaruh pada kecerdasan dan daya imunitas serta dalam jangka panjang rentan penyakit diabet, jantung, strook dan kanker. “Pemahaman warga terhadap perkembangan anak sebagai investasi masa depan masih ada yang mengabaikan, misalnya pola pengasuhan anak masih diserahkan kepada orang lain , pemberian gizi kepada  anak masih kalah dengan kebutuhan untuk lain, menjadi keprihatinan kita” terangnya.

Nara sumber PLKB (Dra, Siti Kodaryati) Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak  lebih pendek  untuk usianya. (kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan  pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun). Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ada tiga komponen pencegahan dari sisi perilaku : 1.Pola Asuh, 2.Pola makan, 3.Pola Hidup bersih.

Percepatan paket layanan :

  1. Layanan Ibu Anak
  2. Konseling gizi
  3. Sanitasi
  4. Jaminan Sosial
  5. Layanan PAUD
  6. Layanan Remaja Putri
  7. Pasangan Usia Subur

Hasil rembug stunting usulan yang tahun ini belum terlaksana akan menjadi prioritas usulan tahun 2023 ditambah prioritas usulan baru dan untuk utusan musrenbangdes disepakati atas nama Bakri Syahid dari unsur BPKal dan Partati dari Unsur KPM

Rapat ditutup pukul 12.00 WIB dengan penandatanganan Berita Acara hasil rembug stunting perwakilan peserta musyawarah yaitu Bakri Syahid dari unsur BPKal, Rahma Pertiwi Lubis dari unsur PKK, dan Sunarti dari Kader Kesehatan.